<

Rabu, 23 April 2008

wacana - 7

soal sejarah kata Indonesia dan seterusnya, tentu saja saya punya
artikel2nya dari jurnal yang disebutkan tersebut, mengingat
Universitas Leiden punya akses ke ribuan jurnal, dan saya sbagai
mahasiswa di sana punya password untuk mengambil data2 tersebut. lewat
pertantaan2 tersebut, saya ingin mengatakan bahwa kita jangan cuma
bilang bahwa Indonesia dijajah 350 tahun tetapi kurang jelas angka itu
dari mana.

ketika menyebut nama indonesia yang dijajah belanda, secara tidak
langsung bahwa pada kata tersebut sudah ada entitas politik. karena
itu saya tanyakan, apakah 350 tahun sebelum tahun 1945 atau 1949 sudah
ada apa yang disebut sebagai negara Indonesia? bukankan yang dulu ada
adalah negara Banten, palembang, demak, dll? orang-orang islam di arab
yang datang dari nusantara saja, tahun 1850an, tidak disebut sbagai
orang indonesia. mereka disebut sebagai orang Jawi. Begitulah
komunitas mereka disebut di arab. lebih jelasnya silakan baca
disertasi Snouck Hurgronje atau yang lebih sederhana disertasi
Azyumardi Azra.

kalau kita baca buku Karel A. Steenbrink, Beberapa Aspek Tentang Islam
di Indonesia, tahun 1880an, orang-orang banten masih berkeinginan
untuk menghidupkan kembali kesultanan banten. rasa rindu akan kejayaan
banten juga sangat jelas kita baca di tulisan2 yang muncul di koran
Soerasowan yang terbit di Batavia.

atas alasan2 tersebut, saya sangat mendorong semua pihak agar kita
orang banten punya perpustakaan. membaca harus menjadi pekerjaan wajib
sebagaimana makan. apabila kita tidak makan, kita akan mati. fikiran
dan hati kita juga harus kita kasih makan.

salam
ibnu

--- In WongBanten@yahoogro ups.com, "Tb. Aziz" wrote:
>
> Nimbrung diskusi ah....
>
>
> Kalo nggak salah kata "Indonesia" sendiri awalnya hanya
> mengandung pengertian ethnological. Katanya pertama kali
diperkenalkan oleh GW Earl
> dan JR Logan, pada 1850, dalam dua artikel panjang yang dimuat di
Journal of
> the Indian Archipelago and Eastern Asia. Dan katanya lagi motif
serta "intensi politik" pada kata
> ini agaknya dimulai sejak Soewardi Soerjaningrat mendirikan
Indonesische Persbureau di Den Haag pada tahun 1913, disusul perubahan
Indische Vereniging menjadi Indonesische
> Verbond van Studeerenden antara tahun 1917 dan 1919.
> Coba aja dilacak dan acak-acak dokumennya.. . bener nggak pendapat
yang saya tulis diatas itu sama kang Ibnusina yang lagi ada di negeri
Kumpeni sana...
>
> Kadang menulis sejarah memang tidak melulu harus "bebas nilai",
membuatnya semua menjadi "lumrah". ada baiknya merujuk pada pilihan
untuk konsep geneologi nya foucault, bahwa menulis sejarah harus
memiliki kepentingan untuk masa kini dan masa depan, karena sejarah
bukan untuk masa lalu. Jadi mungkin penyebaran agama oleh Belanda itu
tidak bisa dipandang biasa saja. Jadi kadang kalo orang udah ngedenger
kata Belanda jadi sesuatu yang gak lumrah karena telah menjajah dan
meninggalkan trauma sejarah bagi sebagian kalangan, padahal dunia toh
sudah berubah... malah mungkin benar, sebagai rasa balas budi orang
Belanda melalui program (misalnya) Indonesian-Netherla nds Cooperation
in Islamic Studies (INIS) kerjasama pemerintah Indonesia, memberikan
peluang bagi orang Indonesia untuk sekolah dan "mencetak" intelektual
Islam yang bermutu...dan objektif...
>
> Nuhun ah..
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: ibnuaviciena
> To: WongBanten@yahoogro ups.com
> Sent: Monday, April 21, 2008 19:01:10
> Subject: [WongBanten] Re: Banten memang negeri koruptor = HARUS
REVOLUSI !!!
>
>
> kalau belanda pernah menjajah indonesia selama 350 tahun, boleh tahu
> dari tahun berapa hingga berapa? lalu, sejak kapan konsep
> keindonesiaan muncul? apakah kata "indonesia" sudah muncul sejak 350
> tahun sebelum tahun 1945? kalau saya boleh tahu, siapa yang menemukan
> kata "indonesia" dan bagaimana hubungannya dengan studi "indologi" di
> Leiden pda masa kolonial?
>
> ini juga penting: orang indonesia bilang bahwa indonesia merdeka
> tahun 1945. orang belanda bilang belanda menjajah indonesia sampe
> tahun 1849.
>
> satu hal lagi, penyebaran agama itu biasa saja. dulu indonesia tidak
> berpenduduk muslim, lalu sekarang 90 persen-an muslim. dari cara
> pandang orang hindu-budha, orang islam telah mengambil alih massa
> meraka. lalu datang belanda membawa kristen. itu juga lumrah saja,
> selumrah orang islam. dan tidak ada yang salah denagn itu. semua
> orang ingin menyebarkan pengaruhnya. tentang penyaraban krtisten yang
> satu paket dengan kolonialisme silakan baca Ricklefs, Polarising
> Javanese society : Islamic and other visions, c. 1830-1930.
>
> mari kita diskusikan.
>
> salam
> ibnu
>
> --- In WongBanten@yahoogro ups.com, "Sukamto" wrote:
> >
> > Ngomong2 ttg membandingkan banten (Indonesia) dg belanda ...
> >
> > Tentu kita gak boleh lupa:
> >
> > Belanda telah menjajah bangsa indonesia 3,5 abad, mengeruk alam
> > indonesia, termasuk menyebarkan aqidah mereka ...
> >
> > Sementara Indonesia adalah sang objek terjajah
> >
> > Jadi segala keterpurukan ekonomi,dlsb kita, belum dewasanya perilaku
> > (SEBAGIAN - GAK SEMUA) pejabat pemerintah saat ini, tentunya ada
> juga
> > peran Belanda disitu, karena mereka telah menghambat pendidikan dan
> > pembangunan kita selama 3,5 abad
> >
> >
> >
> > Tetap Semangat Mencintai Banten (...bukan Belanda)
> > Motto milis wong banten
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: ibnuaviciena [mailto:ibnuavicien a@...]
> > Sent: Saturday, April 19, 2008 4:03 PM
> > To: WongBanten@yahoogro ups.com
> > Subject: [WongBanten] Re: Banten memang negeri koruptor = HARUS
> REVOLUSI
> > !!!
> >
> >
> > soal berita2 indonesia saya tidak ketinggalan. akses saya ke
> internet
> > 24 jam per hari. sebelum ayat2 cinta ditayangin, saya sudah nonton
> di
> > internet.
> >
> > ada yang membuat saya gampang marah2. kalau saya dari indonesia
> kuliah
> > ke timur-timor saya kemungkinan besar tidak akan marah2. yang saya
> > bikin marah itu karena saya melihat di indonesia ini ada seperti
> > prinsip begini:
> >
> > 1-kalau bisa korupsi, kenapa tidak (korupsi)?
> > 2. kalau bisa sulit, kenapa harus dipermudah?
> > 3. kalau ada kesempatan mencuri, kenapa tidak mencuri?
> >
> > lagi2 saya membandingkan ke belanda. belanda ini luasnya hanya
> seluas
> > banten. tanahnya pasir. tanamana apa yang tumbuh dengan baik di
> pasir?
> > pohon pisang? mencari rumput saja agak susah. akan tetapi orang2
> sini
> > mendapat aksen ke pendidikan dengan gampang. buku2 tersedia.
> >
> > sementara di banten: para pajabatnya dengan gaya naik mobil mewah,
> > tiap bulan digaji; sementara rakyatnya tidak bisa sekolah, ribuan
> bayi
> > kekurangan gizi. saya tidak terima dengan kelakuan pejabat itu.
> > seharunya mereka punya prinsip seperti ini: kalau ada makanan, maka
> > dia yang terakhir makan; kalau kondisi buruk, dia yang pertama
> > merasakan lapar.
> >
> > begitu mas bagja dan mas agus
> >
>
>
>

wacana-6

Hallo kang Ibnu,
pakabar?
Di Belanda Kenal ama Natasha ngak ?
katanya dia kenal ama Ibnu....
selamat ya, smoga sukses kuliahnya

--- ibnuaviciena <ibnuaviciena@ yahoo.com> wrote:

> salam,
>
> mungkin mas bonnie yang sejawarawan asal lebak bisa menjawab. saya
> hanya ingin komentar saja. di pelajaran antropologi sering dibahas
> persoalan simbol. terkait dengan ini ada hal menarik di persoalan
> nama, termasuk di kata Lebak. hanya saja yang sering dilalaikan dari
> simbol ini adalah konteks, padahal ini bagian penting.
>
>
> nina lubis mengutip tihami mengatakan bahwa banten berasal dari prase
> apa gitu, saya perlu cek lagi. yang jelas prase itu menunjukan bahwa
> kata itu kependekan dari perlawanan terhadap belanda. saya kira ini
> adalah pembahasan yang lucu dan tidak seharusnya dimasukan ke dalam
> sebuah buku serius. lagi2 pertanyaaanya: apakah ketika banten dipimpin
> oleh hasanuddin tidak bernama kesultanan banten? kalau pada periode
> hasanuddin kerajaan tersebut sudah bernama banten, jelas sudah bahwa
> kata asal kata itu cuma dibuat2.
>
> ada yang bilang bahwa banten berasal dari prase "ketiban inten". ini
> juga lucu. inten dari mana dan siapa yang ketiban inten. mas toto
> bilang yang benar bukan ketiban inten, tapi ketiban santen.
>
> khusus soal kata irian jaya, saya sarankan anda membaca buku pramoedya
> ananta toer, Aku Terbakar Amarahku Sendirian.
>
> salam
> ibnu
>
>
>

wacana - 5

makanya bang ibnu sepat pulang...agar perasaan kebangsaan yang melejit tersebut langsung bisa diterapin disini...... ...ayo bang ibnu janagan lama2 sekolah disana...kami rindu kamu

ibnuaviciena wrote:

sampai saat ini, kecuali e-mail ini, saya tidak mengetikan kata
"revolusi". Bisa kita cek di e-mail2 sebelumnya mulai dari e-mail
siapa muncul kata tersebut.

saya hanya menuangkan perasaan sakit saya melihat pejabat yang sibuk
dengan duit, sementara masyarakat tidak makan. terus terang, rasa
kebangsaan saya melejit di sini. ada perasaan tidak terima penguasa
naik mobil mewah pelat merah, sedangkan orang kebanyakan sedang
bingung besok makan apa.

saya juga harus katakan: saya pernah kelarapan. dan itu rasanya tidak
enak.

salam
ibnu

wacana 4

... Lho ?? bukannya sudah menjadi rahasia umum bahwa negara2 muslim
buanyaaaaaak sekali memberikan beasiswa kepada penduduk muslim lainnya
dari seluruh penjuru dunia ?

Universitas2 di Madinah dan Universitas Al Azhar - Cairo , mungkin itu
adalah sebagian contoh ... Kebetulan juga ada rekan yang lagi kul
beasiswa di Cairo ...

Suatu ketika sempat pula ngobrol2 panjang lebar sama "segerombolan" mhs
univ di Madinah ...

Btw ttg sejarah penjajahan belanda atas Indonesia ...berapa tahun
lamanya, ke Indonesia mereka pakai ojek atau berenang ... Silakan para
ahli sejarah disini menelitinya, luruskan yang perlu di
luruskan...berikan masukan ke pemerintah ttg sejarah tsb ...

Tapi essensi penjajahan, saya kira semua orang setuju bahwa itu adalah
hal yang tidak bisa diterima, apalagi dalam rentang waktu yang lamaaa
sekali ...

Setuju juga bahwa meratapi nasib kemunduran/keterper osokan bangsa ini
karena dulu dijajah adalah tidak tepat, karena itu sudah menjadi bagian
dari sejarah bangsa kita... Yang dibutuhkan sekarang adalah kerja dan
kerja dg baik sesuai bidang masing2.

Tp jgn sampe kita mencibir negeri ini, sambil memuji2 sang penjajah ...

Ngomong2 lagi perbandingan ttg Belanda vs Indo , saya kira bangsa kita
lebih terhormat dan beradab, karena tidak pernah berperilaku seperti
Belanda yang melindungi, ''mengelus2" dan mempromosikan orang2 semacam
mpok Ali dari Sudan itu...

Tetap Semangat Mencintai Banten
Motto milis wongbanten

-----Original Message-----
From: ibnuaviciena [mailto:ibnuaviciena@ yahoo.com]
Sent: Monday, April 21, 2008 7:43 PM
To: WongBanten@yahoogro ups.com
Subject: [WongBanten] Re: Banten memang negeri koruptor = HARUS REVOLUSI
!!!

ada banyak alasan kenapa negera tertentu memberikan beasiswa kepada
penduduk negara tertentu. salahsatunya adalah untuk kepanjangan
tangan mereka.

...kalau ini dianggap berbahaya, kenapa negeri2 muslim
tidak memberikan beasiswa kepada penduduk muslim lainnya?

--- In WongBanten@yahoogro ups.com, Lawang bagja
wrote:
>
> Mungkin program beasiswa ke Belanda bagian dari program "balas
budi" atau "tahu diri" belanda karena telah mengeruk kekayaan
materil, budaya, sejarah, hak hidup para pejuang, rakyat, dll..juga
karena telah membodohi Indonesia selama 350 tahun..
> Atau mungkin juga program ini bagian dari perpanjangan program
belanda agar menyebar bibit antek2nya..? hehe
>
> mestinya kita dijajah oleh Inggris..biar bisa ikutan negara
persemakmuran inggris..
> paling tidak, menjajah tapi ninggalin neegara jajahannya pinter.. kalo

> belanda, udah mah ngeruk, nindas, mijit, peencet, injk,
sembelih, dan terus ninggalin bom waktu...ruweeet. ...!
>
> take it easy...sekedar cuap2..
>
> Tetap Semangat Mencintai Indonesia (banten) sebobrok apapun..
> Indomie..indomie. . dari aromanya terbayang kelezatannya. ..
>

__._,_.___ Messages in this topic (20)
> pisang goreng, orang Kabupaten Lebak menyebutnya
> "gogodoh". di tiap tempat dan daerah pasti banyak
> orang menjajakan pisang goreng.
> Di tempat kita tinggal pasti kita akan menemukan
> dengan mudah jajakan pisang goreng.
> Ada seorang pedagang yang menjajakan pisang goreng,
> namun isinya bukan dari pisang tapi dari tape
> singkong. Orang akan menebak bahwa itu bukan pisang
> goreng, pas kalau disebut tape goreng. tapi si penjual
> tetap keukeuh bahwa yang dia jajakan adalah pisang
> goreng.
> Kata sipenjaja : "walaupun isinya dari tape, tapi saya
> namai pisang goreng, terserah orang mau ngomong apa"
> Dengan dalih macam itu, orang bisa menebak dan
> merasakan jika dicicipi, walau dinamai pisang goreng
> tetap saja rasanya adalah rasa tape goreng.
> Gak matching ya? Tape goreng tetap tape goreng, jangan
> menisbatkan kepada Pisang goreng, bisa berabe
> urusannya.
>
>
>
> SP Saprudin

wacana - 2

sumber: http://www.banten. go.id/dokumen/ BRS-MISKIN- 07-2007.pdf

Angka Kemiskinan di Banten tahun 2007:

  1. Jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Banten pada bulan Maret 2007 sebesar 886.100 orang (9,07 persen). Dibandingkan dengan penduduk miskin pada bulan Juli 2005 yang berjumlah 830.500 orang (8,86 persen), berarti jumlah penduduk miskin naik sebesar 55.600 orang.

Selama periode Juli 2005 - Maret 2007, penduduk miskin di daerah perdesaan bertambah 26.500 orang, sementara di daerah perkotaan bertambah 29.100 orang.

· Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2007, lebih dari separuh (54,94 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.

Catatan:

Selama Juli 2005-Maret 2007, Garis Kemiskinan naik sebesar 3,73 persen, yaitu dari Rp.150.209,- per kapita per bulan pada Juli 2005 menjadi Rp.155.809,- per kapita per bulan pada Maret 2007

banten dalam wacana

Hatur nuhun kana informasina. Saya mah percaya saja sama kakang Prabu Dewawarman karena kakang prabu lahir ratusan tahun lebih dulu dari kami. ha ha ha (heureuy).
Iyah betul Banten berasal dari kata wahanten atawa Wanten da Bujangga Manik oge nulisna Wanten.
Sok atuh tulis infona di wikipedia kang biar kita jadi lebih tahu tentang masa lalu Banten.
Tabe


----- Original Message ----
From: dewawarman
To: WongBanten@yahoogro ups.com
Sent: Wednesday, April 23, 2008 2:53:23 PM
Subject: [WongBanten] Re: Dari Mana Kata "Lebak" Berasal??

Kata Banten jelas sudah ada jauh sebelum Kesultanan berdiri. Claude
Guillot dalam buku "Banten Sebelum Jaman Islam", menyebut bahwa
hingga saat ini teks tulis tertua yang menyebut kata Banten adalah
nasakah Cina Xung Feng Xiang Song yang menguktip dari Chau Ju Kua
naskah sekitar abad ke-13an, orang-orang Cian menyebut Wan-tan.
Boleh jadi istilah wan-tan adalah lafat lisah orang Tionghoa
menyebut Banten atau Wahanten.
Sebab dalam Naskah kuno Tjarita Parahiyang sebelum ada istilah
Banten, sudah dikenal nama Wahanten Girang yang maksudnya Banten
Girang saat ini.
Wan-tan sendiri katanya mengandung arti perahu-perahu kecil.
Kalau yang nyebut Banten : ketiban inten, itu ada dalam buku
Tb.H.Achmad tahun 1935 judulnya "Pakem Banten".
Kalau kata arkelogo Dr. Agus Aris Munandar, istilah banten maupaun
wahanten ataupun wantan boleh jadi berasal dari kata "antan" yang
artinya "halu" yang berarti "patok" atau "tanda" alias "tetengger"
kata orang SUnda mah, alias lagi "menhir" kata orang-orang arkeolog
mah.

Gitu.. mudah-mudahan bisa nambah-nambahin. .
Wallahu'alam. . Boa-boa...

Tabe...